Mengontrol Arousal Level Dalam Pertandingan

Salah satu aplikasi hipnotis yang sering saya ajarkan pada atlit adalah bagaimana caranya mengontrol “Arousal Level” atau “Level Stress” untuk tetap berada di Zona Optimal mereka (Peak Performance).

Peak-Athletic-performance

Menurut “Catastrophe Model” dari Fazey & Hardy, performance seorang atlit itu ditentukan oleh level stressnya, artinya jika dalam sebuah pertandingan, jika level stress rendah, maka performance seorang atlit itu belum maksimal, seorang petinju akan kehilangan powernya jika arousal levelnya terlalu rendah.

Dilain pihak, jika arousal level seorang atlit terlalu tinggi, maka juga akan mengurangi performancenya, sang atlit menjadi emosi, susah konsentrasi dan bahkan menjadi panik.

Tergantung dengan pressurenya, kurva performance itu bisa berbeda beda, pada pressure rendah sampai sedang (biasanya dalam latihan), kurvanya seperti huruf U yang terbalik (gbr 1.),

Pressure Rendah Menengah

tapi pada pressure tinggi, terutama ketika sedang bertanding, maka kurvanya berubah menjadi seperti ombak, yaitu dengan semakin tingginya stress atau arousal level, maka akan terjadi performance drop yang katastrophal, yang kalau menggunakan relaksasi biasa tidak akan kembali ke puncak performance nya (A), tapi hanya mencapai titik (B) saja.

Pressure Tinggi

Bagaimana caranya mengontrol arousal level sehingga para atlit bisa tetap berada di zona optimalnya? Untuk itu sayamengembangkan latihan mental yang dikombinasikan dengan Auto Hipnotis S.H.I.N.E  saya sebut dengan Mental Engineering, untuk layanan Sports Coaching, anda bisa hubungi 0857 80 777 766.

Salam Turbo

1d98c67a-50ba-49a6-ac4a-e9a37a2cde99

Mengontrol Arousal Level Dalam Pertandingan