Hukum Consistency & Commitment (1)

Table of contents for Consistency

  1. Hukum Consistency & Commitment (1)

Temens, di artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang hukum persuasi dan influence yang pertama, yaitu hukum timbal balik, dalam artikel ini bahas hukum persuasi dan influence yang lain, yaitu hukum Consistency & Commitment.

Hukum Consistency & Commitment menjelaskan kecenderungan yang ada pada setiap orang orang untuk tetap konsisten dan bertahan dengan apa yang sudah diputuskan, diucapkan atau yang sudah dilakukan.

Kecenderungan ini merupakan hasil pengkondisian dari orang tua, guru dan masyarakat sejak kecil sampai dewasa, yaitu kita diajarkan untuk berperilaku konsisten supaya bisa dipercayai dan bisa diandalkan serta tidak dianggap sebagai orang tidak ada pendirian atau plin plan, dan pengkondisian inilah yang akhirnya membentuk reflex otomatis yang sering sekali kita lakukan tanpa kita sadari lagi.

konsistesnsi

Dan respons otomatis ini juga berhubungan dengan cara kerja pikiran bawah sadar manusia, salah satu sifat dan karakteristik pikiran bawah sadar adalah berusaha konsisten untuk memilih sebuah respons perilaku yang sudah pernah dilakukan, kecenderungan untuk konsisten dengan respons perilaku yang sama inilah yang akhirnya membentuk karakter dan kebiasaan kita.

Itulah sebabnya kenapa mengubah kebiasaan buruk itu susah dan butuh waktu yang lebih lama serta usaha yang lebih besar jika perubahan tersebut dilakukan pada level pikiran sadar.

Eksperimen dengan hukum Consistency & Commitment

Utk mengetahui seberapa jauh efek ini berpengaruh pada proses pengambilan keputusan, para ahli melakukan beberapa eksperimen sebagai berikut:

  • Eksperimen yang dilakukan di 2 kota kecil di Amerika.

konsistensi 2

Warga di kota pertama diminta utk memasang rambu lalu lintas untuk speed limit yang besar dan jelek di depan rumah atau pekarangan mereka, hasilnya hanya 17% warga yanga setuju untuk mengizinkan dipasangnya rambu lalu lintas tersebut.

Demikian juga dikota lain, para warga diminta juga untuk mengizinkan dipasangnya rambu lalu lintas yang sama, bedanya, 2 minggu sebelumnya para periset terlebih dahulu meminta izin warga untuk menempelkan sticker berukuran kecil tentang batas kecepatan di kaca jendela mereka.

Hasilnya, karena mereka sudah pernah setuju dan memberi izin untuk menempelkan sticker di kaca jendela, maka 76% warga kota tersebut tetap konsisten setuju dan mengizinkan dipasangnya tanda rambu lalu lintas yang sama.

Percobaan ini menunjukkan pengaruh dari hukum consistency dan commitment dalam pengambilan keputusan warga di kota tersebut.

  • Eksperimen yang dilakukan di sebuah klinik.

Sesudah selesai konsultasi dengan dokter, para pasien diminta untuk mengisi sendiri jadwal kunjungan berikutnya di buku jadwal, hasilnya terjadi penurunan sebesar 18% dari pasien yang sudah mengisi jadwal tapi batal berkunjung.

  • Eksperimen di sebuah apartemen di Israel tahun 1983.

Dalam eksperimen ini para penghuni sebuah apartemen di Israel dibagi menjadi 2 kelompok.

Dalam kelompok pertama para penghuni dimintai tanda tangan sebagai persetujuan mereka untuk petisi membangun taman rekreasi bagi para peyandang cacat.

Sedangkan kelompok kedua tidak dimintai apapun.

Lalu 2 minggu kemudian para periset kembali dan meminta sumbangan dana untuk pembangunan taman rekreasi tersebut dengan hasil yang sangat menarik:

  • 90% dari grup pertama yang sudah pernah memberikan tanda tangan petisi itu setuju untuk memberikan sumbangan, dan
  • Hanya 50% dari grup kedua yang tidak pernah dimintai tanda tangan yang bersedia memberikan sumbangan.

Hasil eksperimen diatas menunjukkan bahwa hanya dengan meminta tanda sebelum meminta dana sumbangan dari penghuni kelompok pertama mampu memunculkan komitmen dan konsistensi perilaku mereka untuk menyumbang.

Dalam aktifitas sehari hari kita bisa menemukan banyaknya contoh dari aplikasi hukum ini untuk mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang, misalnya ketika selesai memesan makanan di restoran cepat saji biasanya pembeli akan ditawarkan menu tambahan yang lain, dan biasanya karena pembeli sudah pernah memesan, maka mereka akan lebih bersedia untuk menambahkan menu yang ditawarkan.

Apa saja tips untuk memanfaatkan hukum persuasi dan influence ini, akan saya bahas di artikel mendatang.

Salam Turbo…

Awie Suwandi MCH. CSH.

The MindTranceFormer