Hipnosis… Atau Hipnotis???

confused-girl-jpg

Pertanyaan ini sering diajukan dan jawabannya pun sering diperdebatkan.

Ada yang berkesimpulan kalau dalam bahasa Inggris itu “Hypnosis -> Hypnotist (sebutan untuk praktisinya)”, istilah dalam bahasa Indonesia yang benar adalah “Hipnosis -> Hipnotis (praktisinya)”, karena mengambil contoh kata “Guitar -> Guitarist (sebutan untuk orangnya)”  yang kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi “Gitar -> Gitaris”.

Jika demikian, dengan mengambil pola di atas, secara logika “Economy -> Economist (sebutan untuk praktisinya)” seharusnya bisa diterjemahkan secara langsung menjadi “Ekonomi -> Ekonomis (sebutan untuk praktisinya?)” yang saya yakin bahwa semua orang akan setuju bahwa itu salah. Atau “Ideal -> Idealist” yang kalau diterjemahkan dengan cara di atas akan menjadi “Ideal -> Idealis (praktisinya?)” yang tentu saja sudah tidak tepat.

Ada yang berusaha membedakannya dengan mengatakan hypnosis itu adalah yang biasa dipelajari di workshop dan hipnotis itu sama dengan gendam yang sering digunakan dalam aksi kriminal di jalan.

Terlepas dari pendapat yang berbeda-beda, saya lebih cenderung memilih pendekatan yang bukan melihat dari sudut pandang benar atau salahnya, melainkan melihat dari proses sebuah komunikasi karena menurut saya, yang terpenting dalam sebuah komunikasi bukanlah seberapa canggih dan benar kata yang kita gunakan, tapi apakah kata yang kita ucapkan bisa dimengerti oleh lawan bicara kita. Jadi, yang lebih penting adalah tercapainya maksud dan tujuan dari sebuah komunikasi daripada benar salahnya kata-kata yang digunakan.

Dan dari pengalaman saya selama ini, ketika saya menggunakan kata hypnosis pada masyarakat awam, kadang mereka bingung dan bertanya apa sih itu hypnosis? Tapi, begitu saya mengatakan hipnotis, mereka akan langsung mengerti apa yang dimaksud.

Jadi, terlepas dari benar atau salah, saya lebih suka menggunakan kata hipnotis karena lebih dimengerti oleh awam daripada kata hypnosis atau hipnosis.

salam turbo

Awie Suwandi